Polisi Ini Memberhentikan Motornya Dijalan Raya Hingga Bikin Kemacetan. Namun Apa Yang Dilakukan Setelah itu Sungguh Tak Terduga!

Polisi Ini Memberhentikan Motornya Dijalan Raya Hingga Bikin Kemacetan. Namun Apa Yang Dilakukan Setelah itu Sungguh Tak Terduga!



Diancam polisi di jalan raya cipanas, puncak, sabtu 4 Februari 2017.
Siang sekitar jam 14. 30 sy bersama keluarga (4 mobil) bergerak dari arah jakarta ke puncak.
Sy mengendarai mobil innova putih bersama istri serta anak2 saya (11thn, 8thn, 3thn) seorang ponakan (6thn) dan seorang ART.

Dalam kemacetan menuju arah puncak ada satu mobil alphard hitam berplat B, menyusul saya dikawal oleh seseorang forerider polantas bernomor kendaraam BM 11. Sesudah berlalu sebagian waktu, sy lihat mobil2 bergerak kearah bahu jalan di kiri seolah ada mobil yg mogok di jalur saya.
Sy juga ikuti kendaraan lain melipir kebahu jalan serta lihat nyatanya forerider yg tadi menyusul saya, tengah berhenti di dalam jalan, hingga menghambat kendaraan lain dibelakangnya..
Setelah sy melalui polisi itu, sy memotret keadaan jalan raya yang menjadi semakin macet lantaran tingkah forerider itu dengan memakai kamera handphone sy.
Lalu waktu polisi tsb tahu sy lakukan pemotretan, dia memotret balik kendaraan saya dengan HP-nya lalu hampiri kendaraan saya serta mengetuk kaca mobil.
Sy juga turunkan kaca mobil serta berlangsung pembicaraan sebagai berikut :
(P=polisi, S=saya, I=istri)
P : “mengapa anda tadi memotret saya? Tak bisa memotret tanpa ada ijin. ”
S : “Sy memotret keadaan jalan raya, sy tak khusus memotret anda”.
P : “Sy ingin lihat SIM serta STNK! ” (Nada nya mulai tinggi).
S : “Untuk apa ya pak? Apa kesalahan saya hingga bapak ingin lihat SIM & STNK? ”
P : “Anda harusnya tidak memotret saya tanpa ijin! ”
S : “Baik, bila begitu saya minta dijelaskan sy melanggar perundangan apa, pasal berapa? ”
P : “Daripada saya kempeskan ban mobil anda! ” (Nada-nya semakin tinggi)
S : “Wah, kok jadi mengancam begitu? Sy cuma meminta dijelaskan kesalahan saya melanggar pasal berapakah? ”
“Bunda! ” (sy bicara pada istri sy disamping sy) “rekam ini polisi yang mengancam2! ”.
Lalu polisi itu berteriak sangat keras, dengan ekspresi pemain sinetron terkenal didepan muka saya..
P : “Mana SIM dan STNK!!! ”
S : “Jelaskan dahulu, apa kesalahan saya? ”
Lalu polisi itu menunjuk2 muka saya dengan keras, hingga melukai mulut saya dengan kuku-nya sembari berkata kurang lebih seperti berikut :
P : “Sudah pintar kamu ya, pintar! ”
Istri saya lalu berkata pada polisi tsb :
I : “Pak, jangan kasar demikian, di sini banyak anak2”.
Saya kemudian bermaksud keluar dari mobil, tetapi sesudah pintu terbuka didorongnya pintu mobil saya oleh polisi tsb hingga tertutup kembali dengan keras.
Dia masihlah membentak2 yang saya lupa apa yg dikatakan-nya, tetapi sepersekian detik lalu bbrp anggota keluarga saya dari mobil lain mulai berdatangan.
Kakak ipar sy yg wanita mencoba melerai dengan menarik tangan polisi tsb serta bicara baik2, tetapi polisi itu mendorong-nya hingga terjadi saling dorong pada polisi tsb dan keluarga yang bermaksud melerai. Hingga pada akhirnya sy dapat keluar dari mobil.
Terasa terkepung, polisi itu lalu berkata : “kalau berani jangan keroyokan! ”
Diapun bergegas menuju motor-nya sembari mendorong saya cukup keras serta nyaris menyebabkan keributan kembali.
Dan lalu dia pergi, kembali mengawal mobil alphard hitam berpelat B tsb.
Untuk saya pribadi, ini yaitu bukti arogansi aparat sekelas polantas.
Sy tak dapat bayangkan bila aparat dengan pangkat serta jabatan yg lebih tinggi (?)
Secara klise akan disebutkan mereka yaitu “oknum”.
Tapi selama pagi di perjalanan menuju puncak, beberapa “oknum” ini banyak berlalu lalang mengawal moge2 atau mobil2 mewah yg menyewa mereka.
Moge2 itu bahkan diistimewakan dengan dikawal melawan arus saat lalu lintas padat.
Pertunjukan “money above the law” ini dengan lantang berkata :
“semua mesti antri, KECUALI YANG MAMPU BAYAR FORERIDER”.
Yang tidak mampu bayar MINGGIR!!
Sy dengan berniat memotret keadaan lalu lintas yg jadi makin macet dengan berhenti-nya forerider di dalam jalan waktu itu, tetapi tanggapan polisi itu begitu tidak etis.
Polisi itu berlaku kasar, membentak, melukai serta mengancam. Dia berani melakukan-nya didepan keluarga saya dan didepan umum.
Jadi bisa dipikirkan bagaimana perlakuan mereka pada seseorang terduga pelanggar yg ada di tempat tertutup?
Mudah2an semuanya dapat ambillah pelajaran dari apa yg saya dan keluarga saya alami hari ini.
Tetapi satu yang pasti, kepolisian RI telah sekali lagi menyakiti masyarakat tanpa ada sebab dan kembali kehilangan kepercayaan kami, masyarakat Indonesia, sebagai pemegang kedaulatan dan pembayar pajak di negeri ini..
Polisi Ini Memberhentikan Motornya Dijalan Raya Hingga Bikin Kemacetan. Namun Apa Yang Dilakukan Setelah itu Sungguh Tak Terduga! Polisi Ini Memberhentikan Motornya Dijalan Raya Hingga Bikin Kemacetan. Namun Apa Yang Dilakukan Setelah itu Sungguh Tak Terduga! Reviewed by Risti Endang on 04.33 Rating: 5